The KV3 memiliki banyak keuntungan:

Mudah digunakan

Hanya 60 menit dari imersi di dalam sebuah tangki

Solusi efisien untuk perikanan

Sekitar 90% bertahan

Harga relatif optimal

Efeknya hanya kepada ikan mas dan Koi


KV3 vaksin terhadap KHV

KV3 adalah solusi vaksin melawan penyakit KHV. KV3 adalah satu-satunya vaksin yang ada di dunia untuk melawan penyakit KHV. Tidak ada sistem pengujian dan pencegahan penyakit KHV yang sama efektifnya dengan proses vaksinasi dengan vaksin KV3. Vaksin ini dikembangkan oleh Prof M. Kotler dari Universitas Hebrew. Virus adalah virus DNA untai ganda dari ca-290.000 bp dengan morfologi menyerupai ikosahedron virus herpes. Metodologi pengembangan vaksin adalah dengan menipiskan banyak bagian, Identifikasi klon tertentu dan daripada melemahkan virus oleh iradiasi dengan sinar UV.

Keuntungan Vaksin KV3
  • Sampai saat ini tidak ada vaksin untuk KHV selain KV3.
  • KV3 adalah sediaan virus yang telah dilemahkan, dengan keunggulan:
    • Efisiensi yang tinggi.
    • Aman dalam penggunaannya.
    • Mudah dalam pemakaian, pembudidaya, atau penghobi.
    • Masa aktif vaksin yang relatif panjang (6 bulan pada suhu - 40°C)
    • Relatif ekonomis.
    • Aman terhadap lingkungan - tidak ada sekresi KV3.

 



 

Vaksin KV3 kini tersedia dalam kemasan:

100 ml untuk vaksinasi 300 kg (30.000 ekor benih)
50 ml untuk vaksinasi 150 kg (15.000 ekor benih)
10 ml untuk vaksinasi 30 kg (3.000 ekor benih)

Harga tersebut di atas franko Jakarta dan kami akan memberikan pelatihan pada pembeli untuk proses vaksinasi.

 


 

Tahap Vaksinasi

A. PERSIAPAN VAKSINASI

Persiapan Objek Vaksinasi :

1.      Pilih ikan yang akan divaksin adalah hanya ikan mas yang dalam kondisi sehat   ( dengan pengecekan di mikroskop serta dengan pengujian sample ikan di air bersuhu 220 C - 240 C selama 2 minggu. Jika ikan tidak menunjukan gejala KHV berarti ikan bebas KHV ), dengan bobot minimal 10 gr/ ekor dan umur minimal 3 bulan sejak menetas

2.      Jumlah ikan yang akan divaksin sebanyak 250 Kg sampai 300 Kg tergantung bobot rata2 ikan ( dengan jumlah ikan sekitar 25.000 ekor ) per 100 ml vaksin KV 3 ( per botol )

3.      Pemberokan ( memuasakan ) dan karantina ikan  yang akan divaksinasi dilakukan minimal 1 hari sebelum proses vaksinasi menggunakan air sumur/ tampungan air hujan

4.      Sebelum vaksinasi, ikan dilakukan disinfektan pemberian larutan metil blue sebanyak 1 gr/ m3 selama 8 jam.

Persiapan Wadah Vaksinasi :

1.      Siapkan bak metal/ fiberglass untuk proses vaksinasi dengan kapasitas  minimal  1500 liter

2.      Bersihkan bak vaksinasi menggunakan deterjen, lalu bilas hingga benar-benar bersih

3.      Isi dengan  air sumur atau air tampungan hujan ( lebih baik yang sudah diendapkan lebih dahulu ) sebanyak 1000 liter atau disesuaikan agar ikan nyaman

4.      Jaga parameter kondisi air dengan kisaran suhu sama dengan suhu di bak karantina, ph di kisaran 6,8 – 7,4 dan kandungan oksigen terlarut ( DO ) minimal 6 ppm sejak 24 jam sebelum tahap vaksinasi


B. PROSES VAKSINASI

1.       Siapkan vaksin KV 3 beku 100 ml di dalam wadah freezer/ ice cooler

2.      Masukan benih ikan mas yang sudah dipersiapkan untuk divaksin sebanyak 250 Kg           sampai 300 Kg  ke dalam tangki vaksinasi tersebut

3.      Setelah ikan dimasukan seluruhnya, masukan es balok agar suhu air mencapai 200 C  – 240 C.  Suhu ini diperlukan agar vaksinasi dapat lebih optimal ( vaksin KV3 lebih aktif di suhu tersebut ) dan juga membuat ikan menjadi lebih tenang

4.      Pelarutan vaksin dilakukan dengan cara memasukan botol vaksin yang dalam keadaan beku,  lalu buka tutupnya dan langsung masukan ke dalam tangki vaksinasi sambil digoyang2kan hingga larut seluruhnya

5.      Laksanakan proses vaksinasi selama 45 menit hingga 1 jam sejak seluruh vaksin larut seluruhnya

6.      Jaga parameter kondisi air agar tetap stabil selama proses vaksinasi ( suhu 20 0 C sampai 24 0 C, kandungan oksigen terlarut minimal 4 ppm, ph 6,8 – 7,4 )

7.      Untuk menjaga kestabilan DO air selain gunakan blower sebaiknya sediakan tangki O2 bila diperlukan secara mendesak untuk menaikan DO air ( bila ikan megap2 )

8.      Setelah cair, masa aktif vaksin selama sekitar 2 jam

9.      Air sisa vaksinasi dapat langsung dimasukan ke dalam bak induksi kekebalan

 

Untuk keterangan lebih lanjut, Hubungi Kami

C. TAHAP INDUKSI KEKEBALAN

Persiapan wadah Induksi Kekebalan :

1.      Siapkan bak untuk induksi kekebalan, berupa bahan fiberglass/ keramik/ beton/ terpal

2.      Bersihkan bak induksi kekebalan

3.      Isi bak dengan air sumur atau air tampungan hujan ( yang sebaiknya sudah diendapkan )

4.      Jaga parameter kondisi air dengan suhu antara 20 0C – 260 C, ph di kisaran 6,8 – 7,4 dan kadar oksigen terlarut ( DO ) minimal 6 ppm sejak 24 jam sebelum dimulainya tahap induksi kekebalan

 

Proses Induksi kekebalan :

1.      Masukan benih ikan mas yang telah di vaksinasi ( dari bak vaksinasi ) dengan padat tebar 10 -20 Kg per 1000 liter air ( 1 m3 )/ disesuaikan asalkan parameter air stabil suhu maksimal 26 0 C, ph 6,8 – 7,4, DO minimal 4 dan ikan nyaman ( tidak megap2 )

2.      Jaga kestabilan parameter kondisi air selama tahap induksi kekebalan, yaitu selama  7 hari

3.      Ganti 25 % volume air yang ada setiap pagi dan sore hari, selama tahap induksi kekebalan dengan air sumur/ air tampungan hujan

4.      Beri benih pakan sebanyak 1 % dari bobot tubuh ikan 2 x sehari selama tahap Induksi Kekebalan. Pemberian pakan dimulai sejak hari kedua tahap induksi

5.      Sebelum dipindahkan ke kolam recovery, lakukan disinfektan dengan menggunakan metil blue berdosis 1 gr/ m3 selama 8 jam.

 

D. TAHAP RECOVERY

1.      Siapkan kolam untuk tahap recovery.   Jika dasar kolam adalah tanah, lakukan pengolahan lahan terlebih dahulu untuk membersihkan sisa parasit di dasar kolam dengan menggunakan kapur 25 - 50 gr/ m2 serta beri larutan malacid green 1 ml/ m3 sebanyak 3 kali selang seling harinya untuk disinfektan, sejak sehari sebelum ikan masuk kolam.

2.      Bersihkan dinding dan dasar kolam dari  parasit

3.      Isi kolam dengan air sumur/ air tampungan hujan/ air sungai

4.      Beri ransum pakan 1 % per hari, 2 x sehari sejak hari kedua ikan masuk ke kolam recovery

5.      Padat tebar benih ikan mas selama masa recovery 3 Kg/ m2

6.      Jaga parameter kondisi kadar oksigen terlarut ( DO ) minimal 4 ppm.

7.      Pelihara ikan selama sekitar 14 hari

8.      Selesai tahap recovery, ikan siap dipindah ke tempat pembesaran

9.      Dapat dimasukan beberapa ekor jenis ikan lain ke dalam kolam recovery ( max 1 % ) sebagai pembanding ( jika terdapat parasit lain di kolam selain virus KHV )

Untuk keterangan lebih lanjut, Hubungi Kami

 


 

Pengujian Vaksin terhadap Ikan

Pengujian dilakukan dalam wadah fiber glass volume 1000 L dengan kepadatan ikan 15 ekor ikan/wadah; masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Wadah dilengkapi dengan sistem aerasi dan aliran air dengan debit 0,3 L/detik. Teknik penginfeksian KHV dilakukan secara kohabitasi; Pada setiap wadah pengujian ditambahkan 3 ekor ikan mas yang definitif positif terinfeksi KHV / wadah (jumlah ikan-ikan tersebut dipertahankan hingga akhir uji tantang); Evaluasi kematian ikan dilakukan hingga 14 hari setelah uji tantang. Hasil pengamatan tingkah laku pada kelompok ikan yang divaksin, menunjukkan tingkah pada hari ke-8 pasca uji tantang mulai terlihat beberapa ikan menunjukkan tingkah laku abnormal seperti nafsu makan menurun, lemah, berenang tidak terarah, dan megap-megap. Sedangkan pada kelompok ikan kontrol, kondisi abnormalitas yang serupa sudah terjadi sejak hari ke-4 pasca uji tantang dan terjadi pada 50% lebih dari populasi ikan kontrol.

Pola rataan persentase kematian ikan uji dari hari ke hari selama proses uji tantang yang berlangsung selama 14 hari yaitu pada kelompok vaksin, kematian ikan mulai terjadi hari ke-9 hingga hari ke-12, sedangkan pada kelompok kontrol mulai terjadi pada hari ke-6.

 

 

 

  1. Masukan vaksin KV3 ukuran 100 ml ke dalam 1000 liter air bersih yang telah dikondisikan terlebih dahulu, lalu diaduk sampai rata.
  2. Masukan benih ikan mas sehat sebanyak 25.000 ekor  ke dalam bak tersebut.
  3. Diamkan selama sekitar 1 jam
  4. Setelah direndam selama sekitar 1 jam, benih ikan dipindahkan ke kolam tanah untuk masa induksi kekebalan.